Harian Warta — Surabaya
Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus menunjukkan tren positif, terutama sejak meningkatnya adopsi teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir. Pelaku UMKM kini semakin memanfaatkan platform online untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.
Di Surabaya, sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami peningkatan omzet setelah mulai berjualan melalui marketplace dan media sosial. Selain memudahkan transaksi, digitalisasi juga membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen di luar daerah bahkan hingga ke luar negeri.
Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM yang telah terhubung dengan ekosistem digital terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini didorong oleh berbagai program pemerintah yang memberikan pelatihan serta dukungan infrastruktur bagi pelaku usaha.
Salah satu pelaku UMKM di bidang kuliner, Andi Pratama, mengungkapkan bahwa perubahan strategi pemasaran dari offline ke online membawa dampak signifikan terhadap usahanya. “Dulu hanya mengandalkan pelanggan sekitar, sekarang pesanan datang dari berbagai kota,” ujarnya.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Beberapa pelaku UMKM masih menghadapi kendala seperti keterbatasan pengetahuan teknologi dan persaingan yang semakin ketat di dunia digital. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan sektor ini.
Dengan terus berkembangnya teknologi dan meningkatnya kesadaran digital, UMKM diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang semakin kuat di masa depan.