Pesawaran, (HarianWarta) – Tak kunjung di Sentuh oleh Pemerintah Daerah Pesawaran, Jalan penghubung Dusun Bangun Harjo, Desa Taman Sari, Kecamatan Gedongtataan, rusak parah, selain itu berlubang dan sudah berbulan-bulan lamanya. Laporan dan harapan warga kepada pemerintah daerah seakan tak pernah tersampaikan, hingga tak ada perbaikan sama sekali.
Tak ingin terus terisolasi dan kesulitan mengantar anak sekolah serta membawa hasil panen, warga akhirnya mengambil langkah berani. Tanpa menunggu anggaran atau janji dinas terkait, mereka patungan menyisihkan uang hasil menjual beras sisa panen dan bahkan menjual ternak kambing milik sendiri demi terkumpulnya dana untuk perbaikan jalan.
Pada Minggu (12/7/2026), uang hasil pengorbanan itu digunakan membeli korer, sementara dan pasir, sementara warga turun ke jalan secara gotong royong mengerjakan perbaikannya sendiri.
“Kami tidak minta bantuan cuma-cuma, hanya minta hak kami akses jalan yang layak. Tapi sampai kapan harus menunggu? Daripada terus menderita, lebih baik kami jual beras dan kambing kami demi jalan ini,” ungkap Sugiono, perwakilan warga dengan nada kecewa.
Pria yang akrab disapa Londen oleh warga setempat, mengatakan, bahwasanya warga masyarakat di dusun sini, bukan meminta bantuan sosial, hanya meminta hak dasar yang seharusnya jadi tanggung jawab Pemerintah.
Ia menambahkan, dulu sudah lama sekali, jalan ini memang pernah diperbaiki oleh pemerintah, hanya sekali diperbaiki, itu pun sudah puluhan tahun yang lalu dan lama sekali jalan ini rusak, namun sampai sekarang tak ada niat untuk perbaikan sama sekali.
“Bu bupati yang terhormat, coba tolong lihatlah keadaan jalan di dusun kami ini. Dan kami harapkan perhatiannya kepada Bu bupati selaku kepala pemerintah di kabupaten Pesawaran. Jadi tolonglah lebih perhatikan dusun kami ini, dan juga masyarakat kami selalu sportif membayar pajak, bukan kah pajak itu seharusnya kembali juga ke rakyat,”kata londen.
Dikatakan Londen, sampai kapan? Anak-anak kami harus jalan tidak nyaman pergi ke sekolah. Akhirnya kami putuskan, lebih baik kami jual beras, jual kambing kami, daripada terus menunggu janji yang tak pernah nyata.
“Kami sadar ini adalah jalan milik kita bersama. Daripada hanya mengeluh dan menunggu lama, lebih baik kita bergerak dulu. Semoga usaha kecil ini meringankan beban, dan nantinya bisa dilanjutkan dengan pengerasan permanen,” ujar Londen.
Senada yang dikatakan, Jinanto selaku RT 06 Dusun Bangun Harjo, Desa Tamansari, jalan penghubung yang menghubungkan Dusun Bangun Harjo dengan pusat Desa Tamansari ini kondisinya memang sudah rusak parah, banyak berlubang, dan licin saat musim hujan.
” Kerusakan ini sangat menyulitkan aktivitas warga sehari-hari, mulai dari mengantar anak sekolah,
berobat ke puskesmas, hingga mengangkut hasil panen petani ke pasar,”katanya.
Tak ingin terus menunggu bantuan, sambung Jinanto, yang tak kunjung datang, warga sepakat bergerak sendiri, melaksanakan kerja bakti memperbaiki jalan penghubung dusun sepanjang 20 meter secara swadaya.
“Semua anggaran untuk perbaikan jalan,mereka menyumbangkan dana pribadi untuk membeli material batu dan pasir, serta mengeluarkan tenaga dan alat kerja secara sukarela tanpa pamrih.
Jinanto berharap, agar pemerintah (Pemda) daerah, nantinya dapat memperhatikan dan melanjutkan perbaikan ini agar jalan lebih awet dan aman di lalui sepanjang tahun. “Jalan yang sudah diperbaiki swadaya ini pun diharapkan segera ditindaklanjuti pengerasan permanen, agar pengorbanan warga tidak sia-sia,”pungkasnya. (Zainal)